Kakak Rela Gak Sekolah dan Berjuang Demi Adik, Tapi Kenapa Balasannya Seperti Ini ?

Kakak Rela Gak Sekolah dan Berjuang Demi Adik, Tapi Kenapa Balasannya Seperti Ini ?

Sahabat Anyo, rukunlah dengan saudara kandung sendiri baik itu adik atau kakak, jangan jadikan mereka musuh. Tidak ada orang lain yang bisa membantu kecuali saudara kandung kalian sendiri, maka dari itu setiap orangtua selalu mengajarkan anaknya untuk selalu rukun dengan saudara kandungnya.

Saat ini banyak sekali kejadian dimana saudara kandung yang selalu mempermasalahkan soal harta warisan mereka. Kejadian seperti ini bukan hanya ada sebuah film sinetron saja sob, tapi dalam kehidupan nyata juga sangat banyak sekali kejadian seperti itu. Mungkin dengan kisah kakak beradik kali ini bisa merubah pemikiran kita dan bisa membuat kita selalu rukun dengan kakak atau adik kita.

Kakak beradik bernama Lisa dan Lina, dari mereka kecil sudah ditinggalkan oleh orangtuanya. Mereka hanya hidup bedua dalam sebuah gubuk kecil peninggalan ayah dan ibunya. Saat itu karena Lisa lebih tua, ia menggantikan posisi ayah sekaligus ibunya untuk merawat sang adik.

ilustrasi image

Lisa selalu ingat dengan pesan dari ayah dan ibunya apapun yang terjadi, dirinya harus tetap menjaga Lina. Lisa yang saat itu masih berusia 7 tahun dan adiknya baru 4 tahun, ia berusaha untuk mencari kerjaan, apapun ia akan kerjakan demi adik yang paling dia sayang.

Lisa hanya berharap jika adiknya suatu hari nanti bisa memperbaiki keadaan keluarga mereka dan memiliki hidup yang lebih layak lagi. Lisa tak pernah memikirkan dirinya sendiri, bahkan ia juga sangat bodoh karena tak pernah mau untuk masuk sekolah.

Dalam pikiran Lisa, ia hanya ingin menyekolahkan adiknya dan membuat ia pintar bahkan ia juga ingin terus berusaha sampai adiknya menjadi seorang sarjana dan memiliki kehidupan yang jauh lebih layak. Setiap hari Lisa akan mencari pekerjaan kesana kesini, namun karena saat itu usianya masih kecil dan kebanyakan orang menolak dirinya.

Hingga suatu hari ia bertemu dengan seorang ibu yang baik hati dan ibu itu juga sangat iba dengan keadaan Lisa dan ia memberikan pekerjaan untuk membantu mencuci pakaian di rumahnya. Saat itulah Lisa baru pertama kali bekerja, setelah ia bekerja di rumah si ibu, kemudian ia kembali mencari pekerjaan lain agar ia bisa mendapat uang yang lebih.

Untungnya ia di percaya untuk membantu jualan si sebuah kantin sekolah dan disanalah ia mendapatkan dua pekerjaan, setia paginya Lisa akan pergi ke kantin sekolah dan ia akan membantu berjualan disana, saat siang harinya ia akan kembali ke rumah si ibu dan mencuci pakaian si ibu.

Selama bertahun-tahun lamanya Lisa bekerja demikian dan ia juga tak lupa untuk meluangkan waktu bagi sang adik, ia berusaha menjadi kakak yang kuat meskipun ia merasa sangat lelah. Adiknya yang saat itu sudah berusia 6 tahun, kemudian Lisa memasukan nya ke sekolah dasar dan setiap hari juga ia akan mengantar sang adik sekolah, kemudian ia bekerja lalu menjemput adiknya dan kembali bekerja.

Rasanya Lisa ini benar-benar tak kenal dengan yang namanya lelah, ia terus berjuang dan berusaha demi sang adiknya. Sampai adiknya masuk SMP dan lisa kembali mencari pekerjaan lain karena ia tak lagi bekerja mencuci baju dan menjaga kantin.

Lisa saat itu bekerja menjadi kuli bangunan, meski ia wanita tapi ia bisa membantu yang ringan-ringan dan gajinya pun ia rasa cukup untuk menyekolah adiknya. Semua ia lakukan demi adiknya dan adiknya, ia benar-benar menjadi kakak yang sangat baik dan juga luar biasa.

Singkat cerita adiknya (Lina) sudah lulus SMA, meski saat itu Lina tidak mendapatkan nilai yang tinggi tapi kakaknya tetap yakin jika Lina akan menjadi orang sukses suatu hari nanti. Tak sampai disitu saja, Lisa ingin Lina melanjutkan kuliah, ia akan berusaha lebih keras untuk biaya adiknya sekolah, Lisa hanya minta jika adiknya tersebut belajar dengan giat.

ilustrasi image pixabay.com

Hari itu mereka berpisah karena Lina melanjutkan kuliahnya di kota dan Lisa tetap di desa tempat ia besar bersama adiknya, dengan berbekal uang dari Lisa, Lina pun pergi melanjutkan kuliahnya.
Tapi sayang sekali baru beberapa bulan saja, Lina sudah berubah dan bahkan saat itu pihak kampus tempat kulaih Lina juga menghubungi Lisa dan memberitahu jika adiknya sudah hampir seminggu tidak masuk kuliah.

Karena penasaran dengan keadaan adiknya sekaligus merasa kecewa, Lisa pun menelepon adiknya karena memang saat itu mereka berdua sudah memiliki ponsel hasil kerja keras lisa agar mereka bisa menghubungi satu sama lain dengan mudah. Saat itu Lisa langsung menelepon adiknya dan berkata.

Lisa : Kenapa kamu tidak masuk kuliah, barusan dosen kamu nelpon dan bilang kalau kamu gak masuk kuliah udah hampir seminggu lagi?

Lina : Harusnya kakak tahu, aku malu kak sama temen-temen aku yang punya banyak uang saat masuk kuliah, sedangkan aku, aku tidak membawa sepeser pun dan aku juga malu dengan pakaianku yang kumuh seperti ini, aku tidak mau kuliah dan sekarang kakak tidak usah ganggu aku lagi.

Baca : Hanya Demi Harta Wanita Ini Rela Jadi Simpanan, Siapa Sangka Akhirnya Malah Seperti Ini

Hanya berbincang sebentar dan Lina langsung menutup telepon nya, Lisa benar-benar tak menyangka jika adiknya yang selama 18 tahun ia rawat malah membuat ia kecewa dan bahkan adiknya juga sudah berubah.
Tapi meskipun demikian, Lisa selalu berusaha mencari keberadaan Lina karena saat itu lina sudah tidak bisa dihubungi dan kosan nya pun sudah pindah.

Berbulan-bulan lamanya ia tak mendapat kabar dari adiknya, sampai suatu hari ia mendapat kabar jika adiknya itu sudah bekerja di sebuah perusahaan swasta di kota tersebut. Lisa yang mendengarnya pun merasa bangga meski ia tidak bisa bertemu langsung, tapi ia tetap yakin dan percaya jika adiknya akan hidup bahagia.

Setelah mendapat kabar adiknya yang sudah bekerja, hanya dalam waktu seminggu Lisa kembali mendapat kabar jika adiknya akan menikah dengan pria yang kaya dan juga bekerja di tempat ia bekerja dengan jabatan yang lebih tinggi darinya.

ilustrasi image pixabay.com

Lisa tidak mendapat undangan dari adiknya, bahkan bicara pun tidak ada. Tapi Lisa selalu mendoakan yang terbaik untuk adiknya dan mungkin setelah menikah kehidupan adiknya akan jauh lebih baik lagi, hanya itu saja yang ada dalam pikiran Lisa.

Disisi lain, Lisa yang selama ini selalu merawat dan menjaga adiknya pun akan menikah dengan seorang pria yang lumayan kaya juga memiliki hati yang sangat baik. Mereka bertemu saat Lisa bekerja sebagai kurir sebuah toko dan dari situlah pertemuan mereka dan tumbuh menjadi rasa cinta.

Sampai akhirnya Lisa pun menikah dengan pria tersebut dan mereka juga pindah ke kota dengan tinggal di sebuah rumah yang cukup besar dan mewah. Meski Lisa tidak pernah merasakan indahnya bangku sekolah, tapi ia mengerti jika bekerja dan mencari uang itu bukanlah hal yang mudah dan dari semua pengalaman itulah membuatnya mampu menjadi calon ibu yang sangat baik dan juga tegar.

Baca : Rela Tinggalkan Gaji Besar, Pria Ini Malah Pilih Jualan Bakso

Bertahun-tahun lamanya adik kakak ini tidak berkomunikasi sampai akhirnya sebuah kejadian tak terduga terjadi, dimana saat itu Lina yang tiba-tiba muncul di rumah kakaknya, Lisa dengan tubuh yang memar dan biru-biru. Entah dari mana Lina mendapatkan alamat rumah Lisa, tapi saat itu kondisinya sangat memprihatinkan sekali.

Lisa yang saat itu melihat adiknya dengan kondisi yang sangat memprihatinkan pun merasa iba, meski beberapa tahun adiknya menghilang tapi Lisa selalu ingat dengan pesan ayah dan ibunya untuk selalu merawat adiknya dalam kondisi apapun.

Dari situlah Lina baru cerita, Lina mengatakan jika awalnya ia menikah merasa sangat bahagia dengan segala kebutuhan yang selalu tercukupi, namun semua itu berubah sekejap mata, dimana sikap dari suaminya yang benar-benar beda dan bahkan sering memukuli dirinya.

ilustrasi image pixabay.com

Selama itu ia selalu bertahan dengan kondisi siksaan tersebut dan selama itu juga ia mencari tahu tentang alamat kakaknya dengan membayar seseorang untuk necari keberadaan kakaknya dan untungnya orang itu menemukan Lisa dengan modal sebuah foto lama yang ia dapatkan dari rumah dulu di desa.

Beberapa tahun kemudian, akhirnya Lina memutuskan untuk lari karena sudah tak tahan dengan perlakuan suaminya, maka dari itu ia datang kembali pada kakaknya dan ia meminta maaf atas sikapnya yang dulu tidak pernah menghargai perjuangan kakaknya.

Saat itu juga ada suami Lisa yang mendengar semua cerita dari adik iparnya, untungnya kakak ipar Lina juga sangat baik dan ia tidak merasa keberatan jika adik ipar nya tinggal bersama dengan mereka. Saat itu juga Lina merasa sangat menyesal sekali dengan tingkah lakunya yang dulu, ia menyesal tidak melanjutkan kuliah hanya karena sebuah penampilan dan uang jajan yang tak pernah ia pegang, padahal biaya kuliah, biay kos dan biaya makan selalu terpenuhi oleh kakaknya karena kakanya yang selalu berjuang keras bekerja dan mengumpulkan uang untuk adiknya.

Baca : Setelah Lumpuh, Pria Ini Minta Putus dan Mengancam Akhiri Hidupnya

Lisa yang mendengarnya tak sanggup menahan air mata, tapi untungnya ia tak pernah merasa adiknya itu sudah tiada dan ia juga masih sangat sayang kepada adiknya. Setelah semua terungka, kini mereka hidup bersama kembali dan memperbaiki semuanya.

Lisa juga kembali membiayai adiknya untuk kuliah, meski saat itu Lina sudah berstatus janda, tapi hal itu tidak akan menjadi masalah dalam soal belajar. Setelah semua berlalu dan mereka menjadi saudara yang selalu rukun, Lisa juga sudah menikah kembali dengan seorang pria yang baik hati, meski tidak terlalu kaya, tapi ia sangat bahagi karena masih ada pria yang mau dengan dirinya dan bahkan sampai saat ini kakak beradik itu masih selalu bersama dalam beberapa kesempatan.

ilustrasi image pixabay.com

Mereka selalu berbagi dalam segala hal, saat Lisa sedang kesusahan atau Lina sedang kesusahan, mereka berdua saling menolong dan untungnya suami mereka juga memiliki hati yang sangat baik dan tulus. Walaupun sudah memiliki keluaga masing-masing, tapi mereka tetap menjadi saudara yang rukun dan kabarnya suami mereka juga membuka usaha dengan modal bersama.

Waduh kakaknya itu loha sob yang ngajarin jika kasih sayang itu tak pernah lekang oleh waktu, apalagi untuk saudara kandung nya sendiri. Setiap orang pasti melakukan kesalahan, tapi percayalah bahwa orang itu akan berubah dengan sendirinya dan tetaplah tanamkan kebaikan untuk sesama, apalgi untuk saudara kandung sendiri. Semoga kisah kakak beradik ini bisa menginspirasi kita semua yah sob dan jangan lupa untuk share kisah mereka, agar tidak ada lagi kejadian antara saudara kandung yang merebutkan harta warisan, Setuju???
Advertisement
Buka Komentar
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.