Pria Ini Banting Tulang Demi Menyekolahkan Adiknya, 18 Tahun Kemudian Malah Dapat Balasan Kaya Gini

Pria Ini Banting Tulang Demi Menyekolahkan Adiknya, 18 Tahun Kemudian Malah Dapat Balasan Kaya Gini

Dickyanyo.com - Hidup memang selalu penuh dengan misteri, meski kita memiliki banyak harta bisa saja keesokan harinya semua harta tersebut hilnag sekejap mata. Seperti yang dialami sebuah keluarga yang kaya raya, pria bernama Deris merupakan pria yang sangat kaya raya dengan berbagai bisnis yang ia jalankan, ia juga telah menikah dan memiliki dua orang anak yang bernama Darwin 15 tahun dan Elsa 10 tahun.
Kisah Inspirasi Dicky Anyo

Keluarga mereka sangat terpandang saat itu, namun satu tahun kemudian semuanya hilang sekejap mata, dimana Deris meninggal dunia karena sebuah kecelakaan dan istrinya pun pergi membawa semua harta peninggalan Deris serta meninggalkan kedua anaknya. Darwin yang saat itu masih SMA tak tahu harus berbuat apa, namun dengan berat hati ia harus bisa menerima keadaannya dan hidup berdua bersama adiknya.

Darwin memutuskan untuk berhenti sekolah dan mencari pekerjaan untuk bisa membiayai sekolah adiknya, karena tak ada harta yang tersisa dan rumah mereka juga telah dijual oleh ibunya. Mereka berdua benar-benar hidup dalam kesusahan setelah ayahnya meninggal, banyak yang merasa iba setelah banyak orang yang mendengar kisah mereka, namun apa daya, mereka hanya bisa membantu untuk membuatkan sebuah rumah kecil untuk ditinggali Darwin dan adiknya Elsa.
Kisah Inspirasi Dicky Anyo
Image ilustrasi

Dengan bermodalkan ijasah SMP, Darwin mencari kerja kesana kesini, namun semuanya menolak hingga akhirnya Darwin rela bekerja sebagai kuli dan apapun ia akan kerjakan demi membiayai adiknya sekolah, karena ia ingin masa depan adiknya jauh lebih baik lagi. Tanpa memikirkan lelah, Darwin terus bekerja hingga adiknya Elsa lulus SMA, tak sampai disitu saja, Darwin ingin adiknya terus melanjutkan sekolahnya, sehingga Elsa bisa masuk di universitas yang cukup baik. Elsa juga terkenal dengan kepandaiannya, ia juga sadar ayahnya sudah meninggal dan ibunya pergi tanpa tanggung jawab.
Kisah Inspirasi Dicky Anyo
Image ilustrasi

Karena hal inilah yang membuat Elsa terus semangat dalam belajar, tak terasa waktu begitu cepat dan Elsa pun kini telah menyelesaikan kuliahnya. Darwin saat itu sangat bangga dan bahagia dengan kelulusan adiknya, namun ia sangat berat hati ketika Elsa akan pergi meninggalkannya ke kota lain untuk bekerja. Meskipun begitu, Darwin tetap memberinya support karena semua itu demi masa depan Elsa, Elsa juga berjanji akan selalu memberi kabar pada kakaknya dan ia akan selalu mengirimkan uang kepadanya.
Kisah Inspirasi Dicky Anyo
Image ilustrasi

Elsa yang saat itu telah berusia 25 tahun kini telah bekerja di sebuah perusahaan ternama, setiap bulannya Elsa selalu mengirim uang pada kakaknya. Namun satu tahun berlalu, Darwin tak lagi menerima kabar tentang adiknya Elsa, meskipun uang selalu ia terima darinya. Awalnya ia pikir Elsa mungkin sibuk sehingga tak bisa memberinya kabar, sampai tahun berikutnya Elsa masih tak memberi kakaknya kabar dan hal ini tentu membuat Darwin sangat sedih, ia berpikir mungkin Elsa telah melupakan dirinya dan mungkin Elsa di kota telah menikah. Hanya pikiran itulah yang selalu terlintas dalam benaknya.

Sampai akhirnya Darwin nekat untuk mencari adiknya ke Kota dengan bermodalkan alamat yang dua tahun lalu diberikan, namun saat Darwin sampai di alamat tersebut ternyata rumah kontrakan sudah di tempati oleh orang lain yang merupakan sahabat Elsa saat bekerja. Darwin yang mengetahu dia adalah sahabat elsa, ia terus mendesak dirinya agar memberitahu tentang keberdaan adiknya dan dengan perasaan yang terlihat berat, teman elsa akhirnya memberitahu dan menunjukan Elsa berada. Tapi siapa sangka ternyata temannya membawa Darwin ke tempat pemakaman umum dan disanalah Elsa yang merupakan adik Darwin berada.
Kisah Inspirasi Dicky Anyo
Image ilustrasi

Ya, Elsa telah meninggal dunia karena penyakit leukimia yang selama ini ia sembunyikan dari kakaknya, sahabat Elsa juga menceritakan semuanya, Elsa berpesan untuk tidak memberitahu kakaknya dan selama ini uang yang selalu dikirim untuk Darwin merupakan gaji Elsa yang selama ini ia selalu simpan di sahabatnya agar Darwin tak merasa curiga kepadanya. Darwin tak percaya dengan kenyataan yang baru saja ia tahu, ia benar-benar kehilangan adik yang paling disayangnya dengan cucuran air mata yang tak tertahankan dari mata Darwin. Sahabat elsa juga memberikan sebuah surat terakhir untuk Darwin, dalam isi surat itu mengatakan:
"Kak terimakasih banyak telah merawat, membiayai dan membesarkanku, aku tidak akan pernah lupa dengan semuanya kak, aku sangat bahagia memiliki kakak yang begitu hebat seperti malaikat dalam hidupku. Tapi sekarang kakak tidak usah khawatir dan kakak bisa simpan uang kakak untuk masa depan kakak sendiri, maafkan aku selama ini menyembunyikan penyakit yang aku derita, aku tidak mau semakin memberatkan kakak dan hanya dengan cara aku pergi ke kota aku bisa membuat kakak tidak curiga, tapi kini aku sudah tenang kak dan aku berharap kakak tetap menjadi orang baik dan mendapatkan jodoh yang juga baik, terimakasih kak".

Darwin yang baru saja membaca isi surat tersebut tak henti-hentinya menangis, ia merasa sangat bodoh tidak mengetahui adiknya yang menderita penyakit. Tapi kini semua sudah berlalu dan semua ini harus bisa Darwin terima. Duh gak nyangka banget ya, ternyata selama ini adiknya menyembunyikan penyakit dari kakak nya karena tak mau kakaknya tahu, kisah persaudaraan yang begitu menyentuh hati dan semoga saja dengan kisah ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua ya gaes.
Advertisement
Buka Komentar
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.