Skip to main content

Aku Dihina Karena Membungkus Makanan Sisa Reuni

Aku Dihina Karena Membungkus Makanan Sisa Reuni
Namaku adalah Reny, aku terlahir dari keluarga yang sederhana, semua serba sederhana dan setiap hari pun keluarga ku makan apa adanya. Ayah dan Ibuku hanya seorang pekerja serabutan, jika ada pekerjaan mereka akan bekerja dan sebaliknya. Meski aku hidup dalam kesederhanaan, aku masih tetap bisa bersyukur dengan segalanya. Kedua orangtuaku bersusah payah menyekolahkanku setinggi mungkin. Disekolah aku memiliki banyak teman yang sangat baik kepadaku tanpa melihat siapa aku dan dari mana asalku, mereka memandangku sama seperti teman-teman yang lainnya dan akhirnya aku bisa lulus SMA dengan nilai yang cukup baik.
Inspirasi Kehidupan
Image ilustrasi

Beberapa bulan setelah kelulusan, aku memutuskan untuk mencari pekerjaan di Kota besar dengan harapan aku bisa bekerja dan bisa membantu ekonomi keluargaku. Sampai akhirnya aku bisa bekerja di sebuah perusahaan dan aku merasa sangat bersemangat untuk memulai pekerjaanku. Bertahun-tahun lamanya aku bekerja disana dan aku bisa melanjutkan sekolah ke Universitas dengan bantuan biaya dari perusahaan karena mereka berkata kinerja ku baik dan bos pun dengan baiknya menyuruh aku untuk melanjutkan kuliah. Meski sudah bertahun-tahun lamanya aku di kota, namun aku tak pernah lupa dengan orangtua yang membesarkanku, aku selalu memberikan mereka kabar dan sedikitnya membantu dengan mengirimkan uang setiap bulannya.

Inspirasi Kehidupan
Image ilustrasi

Singkat cerita, kaku sudah menyelesaikan kuliahku dan kini aku menjadi Sarjana, bersamaan dengan itu aku pun diangkat menjadi manager di perusahaan dimana tempat pertama kali aku bekerja dan sampai aku bisa kuliah. Aku memberikan kabar baik ini kepada orangtuaku dan saat mereka mendengarnya, mereka juga ikut bahagia atas kenaikan jabatanku. Selain jabatan, gaji ku pun ikut naik dan aku sangat bersyukur dengan semuanya. Satu tahun kemudian aku bisa dikatakan menjadi orang sukses, bahkan aku juga membawa kedua orang tuaku untuk tinggal di Kota bersamaku di rumah yang baru saja aku beli. Ayah dan Ibu selalu mengajarkanku untuk tidak lupa memberi pada orang yang membutuhkan dan perkataan itu selalu aku dengar dan aku lakukan, meski saat ini aku sudah menjadi sukses, aku tidak pernah mau untuk menyombongkan harta yang aku miliki.

Inspirasi Kehidupan
Image ilustrasi

Beberapa bulan setelah kepindahan orangtuaku, teman-teman semasa sekolah mengajak ku untuk reunian, mereka berkata sangat merindukan kebersamaan saat sekolah, tentu saja aku juga merasakan hal yang sama dan saat itu kami semua sudah merencanakan untuk bertemu di sebuah kafe yang sudah dijanjikan. Hingga hari itu tiba, aku bersiap dengan pakaian yang biasa saja, dan aku pergi ke kafe yang sudah dijanjikan sebelumnya. Sesampainya disana, aku disambut baik, namun ternyata ada suatu perubahan yang terlihat dari mereka, dimana yang awalnya aku kira akan berbagi pengalaman, namun nyatanya mereka malah pamerkan harta yang mereka miliki. Bahkan beberapa teman ku yang bekerja di luar negri pu memamerkan barang yang mereka beli dari sana. Disana aku hanya diam dan tersenyum aku tak banyak berkata hingga satu temanku berkata "Ren bukankah kamu sudah sukses sekarang, tapi kenapa pakaianmu masih biasa saja?" aku hanya bisa tersenyum mendengar mereka yang muali mengejekku.

Inspirasi Kehidupan
Image ilustrasi

Beberapa jam aku dan teman-teman masa SMA menghabiskan waktu disana, namun tetap saja dari awal sampai akhir semua hanya memamerkan harta mereka dan saat kita semua akan pulang, aku melihat sisa makanan yang kita pesan tadi masih sangat banyak dan aku meminta ijin kepada temanku untuk membungkus semua sisa makanan tersebut, tapi mereka malah mengejekku dan menghinaku, bahkan mereka mengatakan "Ya ampun Ren, segitunya amat sih kamu gak punya, sampe makanan sisa aja kamu bungkus dan bawa, buat makan malam ya"?. Tapi aku hanya diam dan tidak menjawab perkataan mereka. Setelah semua makanan aku bungkus, kemudian kita semua bersama jalan ke pintu keluar dan saat diluar teman-temanku mengajak untuk pulang bersama, tapi aku menjawab bahwa aku akan dijemput, tapi sayang, mereka kembali menghina dan mengejeku dan bahkan beberapa teman yang penasaran sengaja menunggu jemputanku datang.
Inspirasi Kehidupan
Image ilustrasi

Selang beberapa menit kemudian, mobil jemputan ku datang dan teman-temanku yang menunggu terlihat sangat terkejut dengan mobil jemputanku. Di hari kepindahan orangtua ku ke kota, aku memang membeli mobil baru dan aku juga sengaja memakai supir, karena aku tidak begitu handal dalam menyetir. Teman-temanku berkata "Dijemput pakai mobil mewah, tapi sisa makanan kamu bungkus dan bawa pulang", kemudian aku jawab "Maaf jika aku lancang, aku sengaja membungkus makanan sisa ini karena sayang rasanya jika dibuang, aku bungkus dan aku akan berikan pada anak jalanan yang kesulitan makanan dan mereka pasti akan sangat senang jika mendapatkan makanan yang lezat seperti ini. Aku tak menyangka bahwa kalian semua sudah berubah, aku pikir kita akan bersenang-senang dengan reunian ini, tapi ternyata aku salah karena kalian hanya pamer harta kalian saja", setelah itu aku pun pergi dan mencari anak jalanan untuk memberikan makanan sisa yang tadi aku bungkus dan saat aku pergi teman-temanku terlihat sangat malu, tapi semoga saja dengan begitu bisa membuat mereka sadar bahwa harta bukanlah hal yang paling utama dalam hidup.

Cerita diatas memang hanya sebuah cerita fiktif dan pemikiran dari penulis, tapi semoga saja bisa menjadi inspirasi kita semua ya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar