Skip to main content

Kisah Cinta Anyo dan Anyoi ! Saling Cinta Tapi Tak Bisa Bersama !

Anyo adalah seorang pria yang tak begitu mementingkan masalah cinta. Sejak kecil hingga ia remaja, ia tak pernah ingin memiliki pasangan jika dirasa belum matang. Kehiduapan sehari-harinya hanyalah belajar dan bekerja untuk membuat bangga kedua orang tuanya dan membantu perekonomian keluarga yang memang penuh kesederhanaan dan serba kekurangan, ia menginginkan merubah kehidupan keluarganya menjadi lebih baik dan lebih baik lagi hingga ia bekerja dan bekerja terus tanpa mengenal lelah. Selama ia bekerja di salah satu pabrik swasta, semakin lama ia semakin merasa bahwa dirinya butuh seseorang untuk menemani dan member perhatian lebih pada dirinya selain dari keluarganya. Satu hari ia bertemu dengan seorang wanita yang mampu menarik perhatiannya, “tak biasanya aku teratrik pada seorang wanita seperti ini”’ ujar Anyo dalam hati sambil menatap wanita itu.
Kisah Cinta Anyo dan Anyoi !
copyright kisahikmah.com
Awal pertemuannya dijalan itu membuat hari-hari Anyo menjadi tak karuan, dalam pikirannya selalu teringat akan wajah seorang wanita yang menarik baginya, hingga ia memutuskan untuk mencari wanita tersebut dan berusaha untuk mengenalnya lebih jauh lagi. Pucuk dicinta ulampun tiba, tak lama ia pulang kerja ia kembali ketempat dimana ia melihat wanita tersebut dan ternyata benar saja, wanita itu kembali terlihat di hadapan Anyo dan tanpa piker panjang anyo memberanikan dirinya untuk berkenalan dengan wanita tersebut. Dengan persiapam yang telah ia lakukan sebelumnya untuk mulai berbicara kepada wanita tersebut dan ia dengan berani dan langsung berdiri tepat dihadapan wanita tersebut, 
Anyo : “hallo, boleh kenalan”?  
Anyoi : “boleh aja, tapi gak ada maksud jahat kan”? jawab anyoi dengan senyuman manisnya. 

Sejak perkenalan itulah Anyo mengenal Anyoi dan mereka bertukaran nomer hp. Kekakuan Anyo kepada wanita membuat ia merasa sulit untuk membuka obrolan dengan Anyoi, hingga ia akhirnya memutuskan untuk mengenalnya lebih jauh melalui ponsel terlebih dulu dan jika ia rasa sudah pas maka ia akan memberanikan dirinya untuk menemuinya kembali secara langsung. 3 bulan sudah Anyo mengenal Anyoi melalui ponsel dan hanya berkomunikasi melalui telepon, selama itu Anyo semakin yakin dengan perasaan yang ia rasakan dan ia berpikir “mungkinkah ini yang namanya cinta”. Disisi lain tanpa Anyo ketahui bahwa wanita yang ia cinta yaitu Anyoi pun telah tumbuh rasa yang sama seperti yang Anyo rasakan, karena selama berkomunikasi dalam telepon tersebut, Anyo selalu memberi perhatian dan sangat pengertian kepada Anyoi, dan itulah yang menumbuhkan rasa cinta dalam hati Anyoi secara perlahan. Tapi Anyoi merasa bingung ksrena selama itu Anyo tak pernah mengajaknya bertemu padahal dalim hati Anyoi ingin sekali bertatap muka dengan Anyo dan berbincang secara langsung dengannya. Suatu hari Anyo berencana untuk mengajak Anyoi bertemu, dengan segala persiapan yang dilakukannya merasa telah siap jika bertemu secara langsung dan megobrol langsung dengan wanita yang berhasil membuatnya jatuh cinta. Tanpa piker panjang Anyo menelepon Anyoi dan mulailah ia mengajak Anyoi untuk bertemu, 
Anyo  : “Hallo, apa kabar?”  
Anyoi : “Baik kok, kamu sendiri?”  
Anyo : “Syukur deh kalo kamu baik, aku juga baik kok.. oh iya boleh gak aku ketemu sama kamu?”  
Anyoi : “Ya boleh donk?” Jawaban Anyoi yang seolah memberi tanda bahwa ia juga menyukai anyo membuat anyo bahagia.

Setelah mereka janjian untuk bertemu d suatu tempat yang telah mereka janjikan, Anyopun langsung bersiap dengan penampilan yang keren dan maco demi membuat Anyoi terkesima, tapi ternyata disisi lain Anyoi pun melakukan hal yang sama ia berdandan dengan cantiknya agar membuat Anyo terkesima pula. Setelah keduanya siap dan waktu yang dijanjikan telah tiba merekapun pergi ketempat yang sudah dijanjikan. Singkat cerita mereka akhirnya bertemu ditempat tersebt dan mulailah perbincangan antara mereka yang saling menyukai satu sama lain tersebut. Karena Anyo telah mempersiapkan semuanya, Anyopun dengan rasa malu yang ia tahan ia memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya kepada Anyoi. 
Anyo : “sebenarnya dari awal aku ketemu sama kamu, aku udah suka sama kamu, aku ingin kamu tahu bahwa aku sudah gak bias lagi nahan perasaan cinta ini, dan aku juga ingin kamu jadi pacar aku, kamu mau gak jadi pacar aku?”  
Anyoi : “kenapa kamu gak bilang dari dulu, selama aku udah mulai komunikasi sama kamu aku juga ngerasa nyaman sama kamu, tapi aku pikir kamu Cuma anggap aku temen aja, ia aku mau jadi pacar kamu”.
Mendengar jawaban Anyoi yang menerimanya sebagai kekasihnya membuat Anyo sangat bahagia. Setelah mereka resmi jadian, mereka menjalani hubungan yang romantis dan sangat mesra, mereka saling mencintai satu sama lain. Tak terasa 2 tahun sudah mereka menjalin kasih, hingga satu peristiwa yang membuat Anyo sangat sedih dan kecewa kepada Anyoi pun terjadi. Satu minggu lamanya tak ada kabar sama sekali dari Anyoi, itu sangat membuat Anyo merasa sedih dan bertanya-tanya kebingungan. Hingga satu surat undangan pernikahan beserta satu kertas kecilan tulisan dari Anyoi pun dating kerumahnya, ternyata surat undangan pernikahan itu adalah Anyoi kekasih Anyo yang akan menikah dengan pria lain dan tulisan kertas kecil itu berisikan tulisan yang membuatnya semakin sedih, kertas kecil itu tertulis, 
“Sayang maafkan aku karena selama ini aku menyembunyikan sesuatu, aku takut kamu sedih, tapi sekarang aku ingin kamu tahu bahwa selama ini aku memiliki penyakit kanker tapi kamu jangan sedih karena sekarang aku sudah sembuh, namun karena kesembuhan inilah yang membuat aku harus menikah dengan pria yang membiayai semua operasi yang aku sudah lakukan, karena kedua orang tuaku yang sederhana tak mampu mengembalikan uang itu maka aku harsu mau menikah dengan pria itu, aku harap kamu mengerti dan terimakasih selama ini akmu udah kasih aku kebahagiaan, aku saying dan cinta sama kamu dan aku berharap kamu bias bahagia dengan wanita lain”. 
Tulisan ini membuat Anyo langsung bercucuran air mata dimana selama ini ia telah dibohongi karena Anyoi memiliki peyakit ditambah ia harus kehilangan kekasih tercintanya yang telah ia cintai. Meski ia telah mendapat undangan pernikahan tersebut, tapi ia tak mau menghadiri pernikahan kekasihnya itu karena ia tak mampu untuk melihat orang ang ia cintai menikah dengan orang lain, semenjak kejadian itu, Anyo selalu menyendiri dan hanya sendiri dan tak pernah lagi terlihat ia tersenyum bahagia. Rasa sakit dan kecewa karena cinta membuatnya trauma untuk kembali menjalin kasih dengan wanita lain, namun secara perlahan dan dorongan dari keluarga Anyo kembali menguatkan dirinya untuk tetap melanjutkan hidup apapun yang terjadi hingga akhirnya, Anyo berhasil menerima semua kenyataan pahit yang ia telah rasakan sebelumnya dan sekarang ia telah membuka hatinya kembali untuk wanita lain dan ia yakin dibalik kesedihan akan ada kebahagiaan dengan cinta sejatinya yang telah disiapkan oleh Tuhan. 
SELESAI
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar